Preman Pensiun: Mantan Preman Sukses Jadi Petani Panutan

Vinkmag ad

Ayo bertani! Itu mungkin slogan yang sering sobat sekalian denger ya dimana-mana ya. Betul juga sih, kalau bukan anak-anak muda, siapa lagi yang bakal nerusin pertanian?

Nah, ini sudah dipikirkan oleh seorang Bagas Suratman. Beliau adalah seorang pengelola perkebunan buah dan sayur di sekitaran Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Siapa sih sosok Bagas Suratman ini? Buat sobat sekalian yang belum tahu siapa itu Bagas Suratman, nah beliau ini ternyata adalah mantan preman! Waaah ngeri juga ya…

Ah, nggak perlu ngeri-ngeri gitu, kok! Beliau sekarang bukan lagi preman, lho. Tapi menjadi petani panutan Kementrian Pertanian.

Berawal dari kisah hidupnya sebagai seorang preman yang gemar mabuk dan berjudi, Bagas Suratman berhasil mengelola lahan seluas 3000 meter persegi. Dari kesuksesan pertama itulah, Bagas Suratman lantas membeli lahan-lahan di sekitarnya yang tidak terurus.

Bagas pun mulai melakukan rekruitasi petan – petani muda di sekitar kawasannya. Nah, uniknya, yang direkrut adalah para preman juga. Bagas bilang sih, dia mau menerima siapa saja bekerja di perkebunannya, asalkan mau bekerja keras dan berhenti minum-minuman keras. Wah, susah nih mungkin bagi para preman. Tapi, kalau ada niat untuk menjadi lebih baik, pasti ada jalan deh!

Selain merekrut para preman, Bagas juga merekrut ibu-ibu atau wanita di sekitar perkebunannya untuk mengolah hasil panen. Wah, bagus juga nih, lapangan pekerjaan jadi nambah!

Kini, perkebunan Bagas Suratman sudah memiliki omzet 15 juta rupiah setiap harinya. Beliau pun kini menjadi supplier di berbagai pasar tradisional dan pasar modern di Jabodetabek. Waaah, keren nggak tuh?

Penasaran kan sama sosok Bagas Suratman? Nah, daripada penasaran, simak yuk video oleh BBC Indonesia ini!

Overview

Aktual
3 / 5
3
Inspiratif
4 / 5
4
Bermanfaat
4 / 5
4
Menarik
2 / 5
2

0 Reviews

0
(0)
0 Votes

Write a Review

Read Previous

Jangan Mau Kalah Dengan Mantan Pemulung yang Jadi Milyader.

Read Next

Inspiratif! Anak Pemulung yang Meraih “Cumlaude”